Wednesday, October 10, 2012

Apakah simulasi penting??



Oke oke oke... saat ini ane ngerjain tugas Desain Pemodelan Grafik yang akan membahas tentang penting ga sih simulasi itu bagi seorang IT?? wajib ga sih?? Hayooooo tebak... penting ga menurut bro n sis???
Sip... simulasi menurut ane penting. Kenapa penting?? Soalnya dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui simulasi.Salah  satu contohnya itu lampu lalu lintas yang berguna untuk mentertibkan pengguna jalan khususnya kendaraan. Contoh lainnya yaitu simulasi untuk pilot. Karena berguna untuk keselamatan penumpang pesawat yang akan dikendalikan seorang pilot. Sehingga manfaat dari simulasi itu adalah mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan(kecelakaan) walaupun dengan biaya yg sangat besar dan  banyak faktor yang mempengaruhi simulasi entah dari tingkat kesulitannya ataupun waktu yang di butuhkan. Jadi wajib atau tidaknya simulasi itu tergantung dari tingkat kesulitannya dan pentingnya simulasi yang akan di jalankan. umumnya  untuk kepentingan dan kesalamatan orang banyak.
Cukup sekian tulisan ini. Semoga bermanfaat J

contoh failed simulasi (penyebab tenggelamnya Titanic)




Oke sekarang ane mau ngerjain tugas kedua matkul Desain Pemodelan Grafik nih tentang contoh kecelakaan akibat simulasi gagal. Berikut ini contoh yang ane ambil adalah tentang Titanic. Pasti bro n sis dah pada tau kan tentang hal ini. Titanic dah di buat film nya loh.langsung aja di bahas. Cekidot...
foto kapal Titanic 

foto gunung es yang ditabrak Titanic, diambil oleh kapten Jerman.

Titanic sudah menjadi legenda. Apa pun yang berkaitan dengan kapal yang karam pada 15 April 1912 itu selalu membuat orang penasaran. Sudah satu dekade lebih studi metalurgi atas badan kapal Titanic berkesimpulan, rendahnya standar paku sumbat atau keling pada lempengan logam yang menempel di rangka adalah biangnya. Hal ini menyebabkan lapisan bagian dalam kapal mudah lepas oleh desakan air laut yang dingin. Lebih dari 1.500 orang tewas karena tragedi itu.

Kini bukti yang memperkuat argumen itu bertambah. Seperti ditulis International Herald Tribune, Rabu pekan lalu, ada beberapa hal yang patut didengar publik.Pertama, soal temuan tim ilmuwan yang melakukan penyelidikan di dasar laut tempat Titanic terkubur. Kedua, menyangkut ditemukannya arsip di gudang pembuat kapal tersebut. Dua fakta baru itu, bagi para sejarawan, menyudahi teka-teki penyebab tenggelamnya Titanic.


Para ilmuwan menemukan fakta, ternyata pembuat kapal, Harland & Wolff di Belfast, Irlandia, berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan pemasok keling dan ahli keling yang cukup memadai. Maklum, pada waktu itu, Harland & Wolff tengah mengejar target penyelesaian tiga kapal terbesar di dunia, yakni: Titanic, serta saudaranya: Olympic dan Britannic. Tiap-tiap kapal membutuhkan tiga juta paku sumbat.

Puncak kekurangan terjadi justru ketika Titanic dibuat. "Dewan perusahaan berada pada krisis cara," kata Jennifer Hooper McCarty, seorang anggota yang mempelajari dokumen perusahaan dan bukti-bukti yang lain. "Terdapat tekanan secara terus-menerus. Pada setiap pertemuan, hal itu muncul, Ada masalah dengan paku sumbat, dan kami ingin merekrut lebih banyak karyawan." Tim ilmuwan juga mengumpulkan petunjuk lain dari 48 paku sumbat Titanic melalui tes modern, simulasi komputer, perbandingan dengan logam abad lalu, dan dokumen penting dari apa yang menurut insinyur dan pembuat kapal pikirkan pada zaman itu soal sebuah karya hebat.


Para ilmuwan menyatakan, masalah muncul ketika rencana kolosal memaksa Harland & Wolff kesulitan memperoleh pemasok paku sumbat besi dan hanya mendapatkan tempat menempa atau pandai besi yang kecil. Hal itu tampak dari terbukanya naskah yang ada pada perusahaan dan Pemerintah Inggris. Pandai besi yang kecil memiliki kecenderungan kurang ahli dan kurang
berpengalaman dalam tugas-tugas besar.


Karena tekanan tersebut, perusahaan membeli paku sumbat untuk Titanic dengan memesan potongan No. 3, yang dikenal dengan sebutan "best", bukan No. 4 yang disebut "best-best". Demikian temuan para ilmuwan. Di samping itu, mereka juga menemukan bahwa pembuat kapal menggunakan besi khusus No. 4 untuk jangkar, rantai, dan paku sumbat. Selain itu, ditemukan bukti bahwa kapal yang namanya identik dengan kemewahan itu ternyata bergantung pada material yang murah.

Ilmuwan yang mempelajari 48 paku sumbat Titanic menemukan sejumlah lubang dengan konsentrasi tinggi. Paku sumbat itu ditemukan para penyelam lebih dari dua dekade lalu dari peristirahatan abadi Titanic, tiga kilometer di bawah laut Atlantik Utara. "Sejumlah material yang dibeli perusahaan bukan merupakan paku sumbat yang berkualitas," kata Timothy Foecke dari National Institute of Standards and Technology, sebuah agen federal di Gaithersburg, Maryland.


Soal kekurangan pasokan tukang pandai besi yang berpengalaman yang dihadapi Harland & Wolff itu, McCarty mengatakan bahwa selama setengah tahun, dari akhir 1911 sampai April 1912, ketika Titanic masih dirakit, dewan perusahaan mengungkapkan kekurangannya setiap kali diadakan pertemuan. Pada 28 Oktober 1911, William Pirrie, pemimpin perusahaan, mengungkapkan perhatiannya atas kekurangan tukang pandai besi dan meminta rekrutmen untuk penambahan.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan menemukan, untuk pengelingan yang bagus, dibutuhkan orang yang benar-benar ahli. Besi harus dipanaskan sampai berwarna merah cherry dan ditempa dengan kombinasi pukulan besi hingga meleleh. Pekerjaan yang tanggung dapat menimbulkan masalah. "Mengeling dengan manual begitu rumit," kata McCarty, yang mengambil tesis doktoral pada Johns Hopkins University di Baltimore dengan topik analisis paku sumbat Titanic.


Baja menjadi isyarat solusi. Karena itu, pembuat kapal mengganti paku sumbat besi dengan paku sumbat baja yang lebih kuat. Pemasangan berikutnya menggunakan mesin. Cara ini menghilangkan masalah tenaga kerja yang tidak ahli. Rival Harland & Wolff, Cunard, menggantinya dengan paku sumbat baja, beberapa tahun sebelumnya. Hal itu diterapkan pada Lusitania, kapal Inggris yang ditorpedo di pantai barat Irlandia oleh kapal Jerman selama Perang Dunia I.


Para ilmuwan menemukan, Harland & Wolff juga menggunakan paku sumbat baja, tapi hanya pada lambung tengah Titanic. Hal itu dipilih karena diduga tekanan di daerah tersebut lebih besar. Paku sumbat besi dipakai untuk bagian buritan dan haluan kapal. Ternyata haluan kapal mengalami nasib buruk. Kajian terhadap rongsokan kapal memperlihatkan, ada lima robekan pada pelat haluan kapal.

Para ilmuwan berpendapat, paku sumbat yang lebih baik kemungkinan akan menjaga Titanic tetap terapung cukup lama sampai tim penyelamat datang, sebelum air es masuk. Dengan demikian, ratusan penumpang kemungkinan masih bisa diselamatkan.

kesimpulan yang ane ambil dari kejadian ini adalah simulasi ini gagal karena paku sumbat atau keling yang tidak memenuhi standar pada pembuatan kapal titanic. serta susahnya mendapatkan pemasok keling dan ahli keling yang memadai. karena paku sumbat mempengaruhi air masuk lebih cepat ke badan kapal pada saaat terjadi tabrakan batu es. Dan kurangnya kapal sekoci yang menampung semua awak penumpang kapal tersebut. 
oke.. itu kesimpulannya. semoga bermanfaat bagi bro n sis. see you next time. :)



Friday, October 5, 2012

Pemanfaatan simulasi dan Grafik di Bidang Industri.




Okee.. bro and sista. Sekarang ane mau bikin tugas Desain Pemodelan Grafik tentang pemanfaatan simulasi dan grafik di Bidang industri. Untuk biar jelasnya. Ane mau kasih pengertiannya dulu nih. Arti dari simulasi itu apa sih?? Simulasi itu adalah suatu proses gambaran atau tiruan yang di buat menyerupai keadaan beserta sekelilingnya  yang nyata sehingga kita bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dalam suatu proses di sistem.. salah satu contoh simulasi yang ada di indonesia. Pembuatan SIM simulator.  
  
Manfaat simulasi dan grafik di bidang Industri yang ane baca-baca, lihat dan rasain adalah untuk membuat suatu keputusan yang terbaik serta mencegah sesuatu yang berbahaya bagi orang banyak. Contohnya aja kaya pilot. Seorang pilot kan harus tau cara menerbangkan pesawat dengan  baik karena menyangkut penumpang( yiatu orang banyak kan). Maka dari itu untuk mencegah terjadi suatu yg bahaya pilot wajib menggunakan simulasi cara menerbangkan pesawat dengan baik dan benar sebelum terjun ke lapangan dia bekerja semestinya..
Simulasi juga sangat bermanfaat dalam pengamatan yang kompleks dan tidak bisa dilakukan secara langsung yang membutuhkan biaya sangat mahal, waktu yang lama dan bisa merusak sistem yang sedang berjalan juga.

Kesimpulan dari tulisan ini yaitu pentingnya simulasi dan grafik di bidang industri. Karena dengan adanya simulasi ini bisa menyelesaikan,  mencegah dan menanggulangi suatu permasalahan sistem dan proses di dunia nyata sehingga dapat di rasakan lebih baik di dunia nyata oleh orang banyak. Walupun ada keuntungan dan kerugian dari simulai ini.
Cukup sekian dan terimaksih. Semoga tulisan ini bisa membantu bro and sista. J